Pada Suatu Catatan Usang di Hatiku

Aku memejamkan mataku. Perlahan, datang suara-suara masa lalu. Beberapa serupa mimpi. Beberapa adalah janji. Mataku tetap terpejam. Hatiku tetap terdiam. Hanya rinduku, yang lantang berteriak. Menembus batas-batas waktu. Mencari dirimu. Yang dahulu hilang bersama angin pagi. Meninggalkan sekeping hati di depan pintu.

Aku adalah keinginan yang tertidur di awal malam. Hanya mampu melayari mimpi demi mimpi. Janji demi janji. Haruskah aku menyerah? Mampukah aku menyerah? Malam begitu erat memeluk. Nafasku pun turut takluk. Sedangkan dirimu bermain bersama angan-angan.

Tiada lagi kenangan yang dapat aku ceritakan. Tiada lagi semenjak kau lupa ingatan. Hanya buku-buku yang menjadi saksi bisu. Catatan-catatan lama di mana kita sempat menitipkan cinta. Ada juga beberapa luka di sana. Luka yang semakin menua. Hingga kini mulai menjelma ampas-ampas senjakala. Kemudian hilang dikecup malam.

Semuanya hilang. Semuanya menjadi malam. Semua menjadi luka yang redam oleh diam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s