Pada Suatu Pagi di Mana Aku Menanti

Kicau burung-burung itu telah berlalu. Menghilang bersama rindu yang semula rindang. Rindu yang kini tinggal radang. Aku duduk di samping namamu. Kuceritakan petualangan-petualanganku. Kau menjawabnya dengan bisu. Sesekali angin berhembus menambah syahdu. Juga semakin memerihkan rindu.

Dunia bermula dari kata-kata, dan berakhir dengan tanda tanya. Pada kita yang fana, pada rasa yang hampa. Ke mana lagi aku mesti memanggul kenanganmu? Daun-daun itu pun telah lama jatuh, menahan pilu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s