Aku Menunggu… 

​Aku menunggu hujan reda dari dadamu dan menunggu malam redup dari matamu. Inilah yang aku rinaikan untukmu;

Aku bukanlah seorang kapitan yang akan menjemputmu dengan sehunus pedang dan seribu satu kerinduan. Aku datang dengan kemalangan. Aku tak akan mengajakmu mengarungi lautan dengan seribu satu roman. Aku menawarimu setumpuk buku dan pojok yang damai di sudut perpustakaan.

Kau tahu, kaulah dongeng-dongeng yang selama ini aku baca; tentang Putri yang jatuh tertidur dan matahari yang terlambat bangun. Aku dapat membangunkan langit untukmu, sebagai sebuah singasana atau sekedar pelepas lelah belaka.

Tapi aku tidak butuh setumpuk permata untuk itu. Aku hanya butuh sedikit khayalan, dan banyak keberanian. Tidak ada yang tidak mungkin, orang berkata. Bagiku, kaulah segala kemungkinan yang aku punya. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s