Mengapa kau bersembunyi di balik rembulan?
Meski laut batal pasang, angin enggan datang
Nelayan menolak pulang
Aku akan tetap menghitung langkah, membaca arah
Semoga aku sampai, sebelum musim lerai

Kapankah kau kembali dari kebimbangan?
Kunang-kunang telah menjual cahayanya
Ombak-ombak membuih dan menjauh
Mataku merapuh
Akan tetapi aku adalah penjala yang tabah
Akankah kau semilir yang indah?

#puisi

View on Path

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s