Sisa-sisa Hujan

Hujan masih jelas membekas
Pada bebatuan dan rerumputan
Pada reruntuhan sebuah Istana tanpa nama
Yang dihempas ditelanjangi semalam
Menyisakan luka tersangkut pada tebing-tebing tinggi
Dan matahari masih asik sembunyi
Meski hujan telah mati
Seorang wanita berambut merah menyala
Berdiri di tepi mengecap kelembaban yang tinggal setetes dua
Pada jalan setapak tanpa tanda
Ditelusuri oleh rindu-rindu yang tua
Menuju kota-kota nun jauh di utara
Apakah yang mampu disisakan musim?
Selain kangen yang dalam menghujam
Seorang nelayan menitip cumbu untuk bulan
Sebab cahayanya adalah hidup dan kasih sayang
Dengan tabah dia melukis ombak
Mengukir jala demi jala yang tamak
Aku tertidur
Dalam dekapan sisa-sisa hujan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s