Ketika itu, hujan hanya selekas menyapa

Lantas bergegas menuju utara

Menitipkan pelangi yang melengkung rindu

Pada kekasih yang bersenyum madu

Ketika nanti, kau akhirnya kembali

Pulang dari negeri mimpi

Memanggul lelah sisa-sisa janji yang membusuk dan mati

Pada maafku, kau berserah diri

Ketika itu mungkin saja aku

Telah lepas segala puas

Sedang duduk manis menulis buku

Mekarkan pelukanku; kau telah bebas!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s