Malam Pergantian Musim

Musim mulai membawa pergi rerintik yang pernah setia menyapa pagi dan senja hari

Hari-hari terik matahari dan debu-debu yang kering dan mati melangkah tuk kembali

Dedaun yang mula-mula selalu basah dengan tabah dan pasrah

Kini mulai menghamba pada dahaga yang memaksa mereka untuk menyerah

Di antara desar-desir angin yang menarikan musim berganti ini, di manakah dirimu?

Terakhir kali mata kita bercumbu kau sedang terjebak dalam seribu lagu tentang ragu

Aku tiada ingin menerka apa-apa sebab aku telah menasbihkan malam sebagai kawanku

Sehingga segala diammu hanyalah sekelebat suara yang justru menentramkan tidurku

Namun sudahkah aku jujur pada kepalsuan ini?

Apakah aku hanyalah bulir-bulir kedustaan sandiwara hati?

Apakah kamu hanyalah lirik-lirik romansa yang mati?

Namun dapatkah kau kembalikan aku pada kebenaran hakiki?

Malam menjauh, aku tak ingin menjumpai fajar

Sebab cahayanya yang murni dan tulus itu bisa membakar

Setapak demi setapak aku akan menyusun kembali kepingan-kepingan permainan

Di mana aku dan dirimu tertawa-tawa seakan-akan kita memeluk kebahagiaan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s