Suatu Masjid dengan Karpet Merah Tua

Mataku lurus menatap
Di sampingku seorang kakek berharap
Di sudut sana seorang muda meratap
Tubuhku kiblat lurus menghadap
Kata demi kata fasih kuucap
Menjelma hikmah di dada meresap
Menjadi arah hidup untukku siap
Di balairung ini hening mendengung
Jiwa-jiwa tersesat datang dan bingung
Tubuh-tubuh dosa ingin berkabung
Aku terpaku ada getaran yang agung
Getaran itu seumpama senandung
Yang memberikan sukma muaranya
Kesatuan abadi yang sentausa
Merenda indah dalam taman surga
Mengalir jernih menjadi pusaka
Muda dan bahagia untuk selamanya
Alangkah lamanya suatu penantian
Akan sendu dan mesra perjumpaan
Menjemput rindu berkepanjangan
Kasih sayang yang dituntaskan
Dalam satu dekapan dan haluan
Untukmu satu sembah dan syukur
Bersama seribu lara pelipur
Langit dan bumi tanda nan akur
Takdir mengalir dan mengalur
Aku di sini sujud terpekur

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s