Ketika Kau Terlelap di Sampingku

Seperti kedamaian ikut terlelap bersamamu, dan aku cuma menunggu mimpi-mimpimu mekar menjadi lagu. Bersama bulan yang setengah, bibir yang basah, mata yang pasrah, aku memintal rindu yang kau kenal. Agar ketika kau terbangun nanti, cinta ini telah sigap menanti. Memberimu kecupan sebagai sarapan pagi, doa-doa dan harapan.

Seperti kebahagiaan ikut masuk ke dalam matamu, dan aku cuma dapat menyelimutimu dengan kehangatan terakhir yang aku punya; hangat yang mesra. Biarlah aku tetap terjaga di sisimu, agar kudapat menghalau segala prasangka dan keburukan yang ingin membuatmu celaka. Biarlah aku tetap terjaga demi harum nafasmu, semoga bintang-bintang yang meneduhi lelapmu tetap indah dan bercahaya.

Seperti segala dongeng menjelma nyata dalam kepalaku; seorang putri tidur dengan senyum yang beku, seorang pangeran yang menghunus buku-buku, intrik dan politik dalam romantika cinta yang semu. Di sampingmu, aku terpekur dihantam langit, hatiku liat lidahku menggigit, aku merangkai bait demi bait. Masih adakah esok untuk kita santap bersama? Masih adakah matahari yang akan membakar asmara kita? Atau tiba-tiba malam menjadi selama-lamanya, dan kisah cinta hanyalah penghias lagu-lagu lama, pembuka luka-luka lama.

Ketika kau terlelap di sampingku, harapan dan keputusasaan itu sama nyatanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s