Hari yang Bermula Dengan Warna Merah Muda

Dan akan kumulai dengan menulis puisi ini

Meski bentuk ini kurang santer aku yakini

Kucoba saja sebab Attar pun mencoba mendaki matahari

Untuk bisa menaklukkan cinta yang mendadak mati

Hari ini puisi-puisi berkembang ke sana ke mari

Berusaha menemukan bentuk yang pasti

Padahal tidak ada cinta yang siap menjelma abadi

Kecuali perang dan amarah akan selalu menghampiri

Meski kau datang dan ke hatimu aku pulang kembali

Hujan-hujan airmata berwarna pelangi

Aku menduduki senja yang penuh dengan muda-mudi

Janji demi janji menjadi palsu di hadapan hati yang mati

Menghendaki rindu yang telah tua dan papa menghampiri

Namun semesta tidaklah berwarna merah muda

Hanya gelap yang pasti di luar sana dan di dalam sana juga

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s