JIKA

Jika kau menghantuiku akan kumantrakan puisi, seperti pernah kunyanyikan  pada langit yang lalu meluruh, ke laut-laut jauh. Atau yang pernah kutiupkan pada angin, yang kemudian hinggap di suatu puncak bermusim semi, berwarna merah dan jingga. Atau yang pernah kukalungkan pada bidadari, yang kemudian melandai sebentar di hati ini, sebelum akhirnya terbang dijemput pagi.

Jika kau memantraiku akan kutangkis dengan puisi, seperti yang pernah dituduhkan senja, yang tampak tua namun teduh menaungi cinta muda kita. Atau cahaya yang kau halau ke ujung halaman, agar mawar yang kau tanam mekar tanpa terbakar, terbakar oleh tanganmu. Atau seperti bisik-bisik rahasia di penghujung malam, sebelum semua niat pulang ke sarang.

Jika kau memelukku akan kukecup kau dengan puisi. Lalu malam bertambah malam, hati bertambah manikam. Lalu kau kucurkan bahagiamu untukku, kau bagi padaku, kau bagi pada rumah kita. Lalu aku menidurkanmu dalam puisi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s