ANGIN 2

Bagaimanapun juga cinta adalah embun lapang yang kita jaga meski matahari jalang gerayang dunia

Di pucuk-pucuk daun kita semaikan dia dan di ruang-ruang hati kita kekalkan ia

Hingga tiba satu siang Angin datang dari arah timur mengetuk pintu saat kau telah tidur meminta cintamu yang telah lebur menjadi lemak di pinggul pinggang dan payudaramu yang kendur

Mengapa kau begitu pertahan dia musnahkan saja ia dari kita agar mesra menjelma saja kata kita sudah tua bukan lagi waktunya memacu nafsu berikan saja pada badai itu

Tapi kau menyangkal kau bilang cinta ini di hati kan selama kekal meski raga kita sudah tak saling kenal dan namaku pun lupa kau rapal segenap kuasa kau coba perangkap agar kau kuat usir topan itu tapi dia bukan angin lugu dia angin yang buat raja pun jadi gagu

Aku mau tidur saja sudah malam sudah terlalu jauh mata dari pejam angkara itu biarlah bara kau kesinilah saja cium aku dengan mesra lalu langit yang ini akan mengusir jingga dan memakai biru yang kupuja biru gelap pelena mata pelena kita lelap bersama cinta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s