BUNGA 2

Sudah habis kah madu itu
di rumahmu

Aku tak tahu
harus memakai perahu
apalagi untuk sampai ke
hatimu

Setelah setiap
kayuhku kau hujam
dengan hujan beribu

Penuh paku penuh beku

Sungai sungai yang selalu
kita lagukan sebagai anak
anak kita yang katamu
mengalirkan cinta kita ke
pangkuan dewata

Kini
telah kering telah kering

Lebih kering dari musim
daun-daun menguning

Tinggal apatahlagi

Lebah lebah itu sudah pergi dari
hatimu dari rumahmu dari kotamu membawa
madu yang sempat kutanam
dulu di pucuk hatimu agar
ia mekar bersama
bungamu

Jika aku datang
lagi ke tempat ini harus
kah tangan lain yang akan
kugenggam

Sembari
menatapmu di
pelaminanmu yang diam
yang menikam lebih tajam
dari baja orihalcon hitam

Aku pun tenggelam dan
tak sanggup lagi
memanggul namamu yang
cuma kelam yang seram
seperti karam di lautan
yang rentan seperti hutan

Sekian

Iklan

2 pemikiran pada “BUNGA 2

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s