HARAPAN

Aku berharap semoga datang hujan dan kubiarkan ia mengganti tangisan tidak seperti senja yang merayap yang perlahan menyergap membawa lari tawa yang kudekap lalu membiarkanku terduduk terantuk antuk dalam senyap yang gelap

Kadang aku menipu hasrat diriku yang lugu yang selalu menyebut namamu dengan rintik ritik yang jelita milik hujan berjatuhan seperti manik manik yang juwita milik pemilik agung kerajaan namun selalu ada yang berkhianat dalam tubuhku mata yang sembab melembab dada yang sesak menyesak dan lidah yang bergerak lamat seperti tamat

Belum cukup lebatkah hujan malam ini sehingga masih membanjir air mata ini jika dulu aku menangis dirimu kan mulai duduk di hadapku lalu memajang senyummu yang memang manis kini yang tersisa bagiku hanyalah rindu yang mengiris ngiris namamu hanyut dibawa kali menuju laut sampai saat ini takkan ada mobil jenazah yang akan menjemput dirimu kecuali keranda milik malaikat maut

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s