SETIA

Aku masih lagi setia padamu meski mentari pun enggan menyinarimu sudah lama sejak benalu benalu di hati kita merambat banyak dan kita pun terikut enggan untuk menanak apalagi beranak pinak siapa yang dapat menjamin mereka hidup layak sedang kau dan aku sudah tinggal retak dan rangkak

Aku masih lagi setia padamu meski angin pun kini enggan memanggul rindumu telah berlalu untaian waktu dan tangan kita tak pernah benar benar saling bertemu hanya berupa lambaian yang lemah dan ringkas di sela tawa tawa yang begitu ganas yang seakan tak memberi kesempatan apapun kepada sehembus nafas untuk berhembus menembus paras mencari pipi yang pantas untuk dibelai dan rindu yang pantas untuk dihelai

Aku masih lagi setia padamu meski telah beribu kali surat cintaku salah alamat sebab engkau amat gemar berpindah tempat tapi seperti bulan selalu sisi yang sama di dirimu elok kupandang meski terkadang sisi yang menguasaimu justru jauh lebih kelam lebih hitam dan dalam daripada diam yang sangat keramat bagimu

Aku masih lagi setia padamu meski tidak ada lagi alasan lain yang mampu menipuku selain cinta dan cinta saja yang meski telah kurangkaikan manik terindah khas negeri antah berantah masih belum mampu membuat ibumu yang pemarah duduk dan mengalah dan membiarkanku menentukan kemana haluanmu kan menuju yang meski sudah berulang berbilang kutimbang masih menggelayut mendung di ufuk sana dan

Aku masih lagi setia padamu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s