SEPI

Rumah ini sepi sekali apalagi setelah kau datang tadi pagi menggiring embun yang bisu dan angin yang gagu

Tidak ada lagi yang mampu menghadirkan kehangatan tawa yang serupa secangkir teh meski apa yang kita lakoni selalu saja lucu dan lugu

Lalu mengapa kau malah betah menjajah rumah ini aku kepanasan aku kedinginan apakah aku sudah buta rasa ketika airmata mengalir tanpa sisa

Kekasihmu malaikat maut dan setiap saat kau menunggu sambil mengasah sabit yang ia punya menunggu untuk bisa menggorok leherku dan kau pun kan tertawa bahagia tertawa bahagia seperti neraka.

Iklan