JOGET

Ketika kita bergoyang malam akan terasa jauh lebih panjang wajahmu yang pucat jadi berpendar pendar seperti bintang lebih cantik dari biasanya bukankah lebih baik seperti ini daripada kita bergelap gelapan di pojok sana meski disini pun tidak bermandi cahaya minimal jika kau menipuku aku tau kau melakukannya

Sebab matamu lebih bodoh dari bibirmu dalam hal itu seperti yang selalu kau lakukan ketika mulutmu bilang tidak namun tatapanmu berkedip menandakan iya aku pun menarik tanganmu dan kita kembali berjoget sampai jemu silih berganti berlagu lagu

Disini tidak aku temukan komidi putar apalagi serunya dufan jadi inilah yang kau ajarkan kita lakukan agar mampu menggila sebab antaranya dan bahagia tipis saja jaraknya angkat keatas tanganmu berputarlah dan hentakkan kakimu biarkan irama musik ini yang menggoyangkan pinggulmu dan detik detik pun jadi makin abadi ketika kita bergoyang malam akan terasa jauh lebih panjang

Biarkan saja lelaki lelaki itu mabuk dan mengutuk ngutuk aku tak perlu segantang arak untuk membuatmu takluk apalagi sekedar bangkit dari duduk memberdirikan kuduk dan joget lagi sampai pagi biarkan saja asap asap rokok membungkusmu meski ditengah tengah bangkai aku dapat membaui persis wangimu bukankah itu dari parfum murahan yang kuhadiahkan untukmu yang sekali cium mampu membuatku berkhayal semalaman ataupun terjaga semalaman joget lagi joget lagi sampai pagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s