BUNGA

Langsung melangkah menuju arah mekar yang tawar dirimu buga mekar yang kau sembunyikan dari mataharimu bulanmu juga sembunyiknlah lebih rapat lagi agar pucukmu tidak dihabisi rapat yang sama kau berikan padaku

Bisa kau rasakan setiap tetes air yang kutuangkan menggerayangi setiap sudut sejarahmu yang katamu lupa kau usir pergi selalu kembali sebagai mendung yang lagi dan lagi menenggelamkanmu dalam darah beraroma ragi

Apakah musim angin ini ikut menerbangkan kelopakmu menuju negri yang kau candakan sebagai khayalan namun kupatrikan sebagai kenyataan negri yang begitu riskan berisi berliur liur kutukan yang mengutukmu menjadi bunga itu juga itulah dia apakah kau akan tinggal

Dan aku meski air kehidupanku telah kucurahkan untuk memberitahumu arti mekar sebenarnya selain sekedar tersenyum kepada senyum senyum asli maupun palsu yang berkunjung ke taman ini di kala arah mereka tinggallah bingung namun meninggalkanmu ketika kelopakmu tinggal tiada bermohonlah kepadaku menuju tunas dimana kita bermula hari yang kau lupakan di dahulu kala hari ketika aku dan bungaku belumlah gila

Mekar terkahirmu tetaplah untukku bunga

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s