PULANG 2

Apa yang engkau risaukan bukankah engkau berhasil menyiramkan aroma sungai sungai itu ke tubuhku sehingga aku akan selalu menghirupnya sebagai kerinduan

Apa yang engkau tangiskan bukankah telah kau gantungkan tawamu di pelupukku dan aku menghadiahimu sebuah buku sehingga kau akan selalu membacanya sebagai kepulangan

Apapun yang engkau risaukan dan tangiskan tetaplah menatap bulan setelah aku menelusuri berliku liku jalan menghadapi berbagai pelarian mengarungi bermacam petualangan akan kujadikanya sebagai alamat untuk kembali mengunjungi kotamu hujannya malamnya dan anginnya yang selalu menyebutmu

Hingga kuketuk pintumu dan beteriak aku kembali

Iklan

3 pemikiran pada “PULANG 2

  1. Kalimat terakhir, kenapa “aku kembali”, bukan “aku pulang”?

    Ya aku tau pasti ada alasan 🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s