DANAU

Di tepi danau akalku yang semula kacau mulai berotasi berputar dan menari tenang seperti angin yang mendesau

Dari negeri jauh negeri dimana jeram sungai begitu riuh

Ini bukan semacam percakapan rahasia hanya sekedar sepasang mata yang bertemu lalu berjabat tangan sambil bertanya kemanakah arah hatinya

Arah hati katamu sahut sepasang walet yang mesra di angkasa

Hujan telah meluntur segempal harapan tapi lihatlah danau ini mengajari hati kemana arah hati itu kini

Menuju cinta menuju dewa para kata yang bila disandingkan dengan sore seperti ini yang ceria buatku teringat aromamu sahaja

Kita berkenalan lalu berpisah jalan dan kembali bertanya kapan

Yang kukatakan adalah semoga danau ini tetap permai untuk tahun depan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s