LUGHAH

Moh. Haafez Ibrahim bersyai’r mengungkapkan gundah Sang Bahasa;

Melihat ku ke dalam diri
Menuduh ku waktu yang pergi berlari
Memanggil ku kaum senegeri
Menghitung ku panjang hidup ku telusuri

Mereka melempar kata mandul itu ke muka mudaku
Ah seandainya benar seperti itu hingga tak perlu aku sedih kerana pedih cela musuhku

Sebenarnya telah kulahirkan putri putri kata
Putri putri permata
Namun ketika aku tak menemu lelaki perkasa berpedang kata sebagai peminang mereka
Kukubur mereka ke liang luka

Telah kubentangkan Kitab Suci menjadi padang kata kata
Dan tak pernah ku bersempit diri akan makna maknanya yang membahana

Maka bagaimana mungkin aku pada hari kini bersempit diri
Dalam mengungkap nama nama yang baru saja lahir tadi

Aku lah samudera
Di rahimku berhambur semahal mahal mutiara
Namun adakah sang penyelam setia
Yang berkenan mampir untuk memetiknya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s