LAMPU JALANAN

Aku kasihan pada lampu jalanan

Hujan hujan begini ia masih bertahan

Memberi terang yang mengusap pipi para perempuan

Meski dingin bisa jadi alasan

Meski ia bisa menuntut kepada menteri tenaga kerja untuk diliburkan

Saat hujan saat angin tak tertahankan

Namun ia masih menahan

Cahayanya agar jangan menjadi tangisan

Sebab ia tahu beginilah hidupnya ditakdirkan

Hidup lampu jalanan

Iklan

Satu pemikiran pada “LAMPU JALANAN

  1. duh, lampu jalan
    betapa miris kutatap
    ketika sebagian bola matamu
    pecah terbelah
    namun tetap bertahan
    menemani gelapnya malam

    salam, puisinya bagus….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s