ADARA

Cuman seberkas nama yang
kutemukan di tengah lebat cahaya

Bulan memberinya seulas
senyumnya dan matahari selimuti
dia dengan hangatnya

Dan dia melompat dari bintang ke
bintang dari terang ke terang dari
riang ke riang

Kemanakah angin mengajakmu
adara cemburukah ia bila aku
memilikimu sebab langit selembar
yang kumiliki hanyalah malam
yang memelukku demikian erat
hingga redam

Kemanakah mendung
menyembunyikanmu adara sebab
bila hujan adalah tangisan maka
jilbabmu adalah harapan dan
senyuman dari zaman yang
menyeret kami sampai menampak hina diri

Dan jika kami di naung dunia
kehilangan kemanakah aku akan
mencarimu adara

Terakhir kali kita berbincang
tentang kenangan yang akan
datang kau meminta segelas susu
dariku

Putihkah aku Adara aku bukan
anak cahaya sepertimu aku adalah
anak kabut yang semu yang lahir
guna menulis puisi untukmu

Untuk Adara untuk cahaya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s