SURAT

Surat surat itu datang padahal sudah muak aku mengenang aku tak punya lagi tinta ataupun kertas untuk segera membalas mereka

Bagaimana aku bisa pergi sedang mereka begitu hapal dimana tempat ku menaruh hati tempat aku inginkan mati

Malam panjang malam usia yang lenggang surat surat terus berdatang kadang dengan bimbang kadang dengan berang

Namun semua sepakat tuk mengajak rindu yang bertengger di pojok hati mereka yang sendu yang terlukis di atas senyum mereka yang madu

Aku membaca mata semudah aku membaca kata aku bercinta semudah aku bercerita namun mata yang mendendam cinta tak sealir kata bercerita

Diam diam aku kembali membuka surat surat itu menggerayangi satu satu dan menemukan ungkapan yang itu itu

Aku ingin lelap saja surat surat itu ingin merajahlela biarlah saja

Iklan

2 pemikiran pada “SURAT

  1. Salam silaturrahmi aja dari kampus perjuangan” setelah saya baca2 tulisannya lumayan juga sastranya, saya sebenarnya pengen jadi pengikutnya sayang saya lihat tidak ada ruang buat jadi pengikut blognya” sekali lagi salam jumpa di dunia Online

  2. Salam. . . Dari kampus perjuangan? Gunung Tembak kah? Sejujurnya, aku kurang mengerti soal ngelola blog, jadi ya, begini aja standar gitu. . . Hehe, gak tau kalau ada fitur “ikut mengikut” atau gimanaaa gitu^^

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s