MUSLIMAH

Seorang Muslimah bersya’ir;

Mereka bertanya keteguhan ini apa ada gunanya
Di tengah tengah fitnah mengguncang meliputinya

Mengapa tak hendak menikmati syahwat
Mengapa tak bersenang selama hayat

Aku jawabi mereka sedang hati senyum berbangga
Jiwaku tiada bersenang dengan nikmat tiada sempurna

Apa yang kalian selerai dapat pula aku diberi
Namun tujuku hanyalah yang kelak kan abadi

Yang aku inginkan adalah istana yang tak mengenal kerapuhan
Yang aku inginkan adalah kenikmatan yang tak diputus kematian

Yang aku inginkan adalah suami serupa Yusuf yang tampan
Yang aku inginkan adalah sungai sungai teralir di balairung balairung perlahan

Akal kita jika tiada ia memiliki hati
Apalah hidup bukan hidup tetapi mati

Sedang di depan kita terpampang kubur yang kan menuakan umur
Yang kegelapannya buat segala kegelapan menjadi kabur

Lalu datanglah hari pengumpulan hari kebangkitan dan perhitungan
Sangatlah merugi yang datang menenteng banyak keburukan

Dan kelak akan bertanya Tuhan kita segenap kesalahan
Dan apa yang selama ini dipandang penglihatan

Dan apa yang selama ini mengalir dari hati dan lisan
Dan kemana mengarah tiap kesempatan

Tahulah kalian pintaku jauh meninggi dari akal heran kalian
Jadilah jangan celaku riuh kalian teriaki mengapa ku bertahan

Anjing menggertak awan tetap berarak
Angin meluluh lantak gunung tetap tak bergerak

Ketika malam banyak mata lelap namun ada yang tetap tak terpejam
Sujud kepada Pengabul doa ratap pinta yang diam

Mereka lah yang merindukan sorga negri tanpa kefanaan
Mereka lah yang mengharap lelahnya kelak menjelma intan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s