HARAPAN

Ingat janjimu untukku cinta yang kini makin terasa asin seperti airmata

tapi bukankah keraguan itu bagian hidup kita

Yang menetes dari langit kini hujan bukan tetapi angan

yang dipaksakan di sela sela ratapan hati yang rawan

Mungkinkah topan ini kan pergi lalu tiba masa pelangi

masa kita tak menangis lagi masa warna warna bermekar lagi

Di wajahmu yang selalu diselubung bunga bakung

akhir akhir ini hari hari yang tak ramah lagi

Keabadian hanyalah kekalnya senyuman bukan selamanya hanyalah detik detik indah berjalan pelan

dan bila waktu memanggil badai lepaslah lekaskan

Menunggu lalu apa yang mengganggu sayumu aku tiada lagi

seorang penenun yang tahu motif terbaik untuk membuat tawamu merimbun

Tapi tahukah engkau sayang aku tetaplah petanimu yang telah menanam

harapan meski musim membuat kita tak tahan dan

kelak semoga kita menuai lebih banyak senyuman

Sebanyak airmata yang kita curahkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s