DIAM

Diam dan tenang seperti rawa rawa mati menyimpan murka alam baka

Hendak menarik yang lewat biar tak sempat mendapat sedikitpun cinta

Bila kau diam mungkin ada lahar yang kau pendam yang kan menjelma rintik hujan dalam senyap malammu

Sedikit saja diammu memantik nyala di matamu aku tau kau menghamburkan sejuta panah agar akalku bernanah

Sungguh tepat kau mendapat senjata yang tepat dan aku telat menyadari diammu sungguh badai sedangkan aku di tengah gemuruh dan gelombangmu tersesat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s