BENCANA

Bencana adalah hiburan, tempat bendera-bendera bernama cari perhatian, tempat stasiun-stasiun tv cari tayangan untuk naikkan rating tontonan, tempat koran-koran cari bahan obrolan. Ini negri, dimana harus berteriak: pak pejabat telah memberi! Mungkin biar dido’akan masuk surga; hal yang sudah tak diingatnya lagi. Orang kelaparan, seperti kesetanan. Orang kekenyangan seperti kesetanan. Sepertinya gempa, tsunami, dan merapi telah mengajarkan prinsip kesetanan.

Bencana adalah sumbangan. Tapi sungguh, aku tak punya uang. Nah, daripada meminta sereceh dua receh dariku, mengapa tak minta saja dari pencuri dermawan itu? Yang saat ditangkap pun masih sempat terkekeh-kekeh. Memang sungguh aneh, tapi nyata di negeri nyeleneh. Aku benar-benar merasa terbakar, melihat gunung itu memuntahkan lahar, namun di kota ini aku tenggelam dan tak bisa keluar, aku terendam banjir dan aku pun lapar. Bagaimana kalau kukirimkan sepaket banjir untukmu? Mungkin bisa sedikit membuat lahar itu membeku.

Bencana adalah neraka dunia, tapi toh, bukankah surga dunia telah dirasakan manusia? Dan dengan bodoh lupa mensyukurinya. Jadi kupikir wajar, bila Tuhan membuat kita sedikit terbakar, agar kita lebih berterima kasih untuk air segar dan sabar…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s